Arjuna Pulsa
Home » Blog » Samsung Galaxy S26 FE: Flagship Murah dengan Peningkatan Seadanya, Masih Layak Dibeli?

Samsung Galaxy S26 FE: Flagship Murah dengan Peningkatan Seadanya, Masih Layak Dibeli?

Arjuna Wijaya
24 Oktober 2026
8 menit baca
Samsung Galaxy S26 FE: Flagship Murah dengan Peningkatan Seadanya, Masih Layak Dibeli?

Mengusung desain yang mirip dengan model Galaxy S26 lainnya, handphone ini hadir sebagai pilihan paling terjangkau dengan harga mulai dari Rp11.999.000.

Harga tersebut memang mengalami kenaikan dibandingkan Galaxy S25 FE sebelumnya. Situasi ini tidak terlepas dari kenaikan harga komponen yang turut memengaruhi industri perangkat elektronik saat ini.

Di luar kenaikan harga tersebut, Galaxy S26 FE membawa sejumlah pembaruan di beberapa sektor meski tidak terlalu signifikan. Lalu dengan pembaruan tersebut apakah cukup untuk membuat Galaxy S26 FE layak dimiliki? Berikut ulasan lengkapnya.

  • Desain
  • Layar
  • Performa
  • Kamera
  • Software
  • Baterai
  • Kesimpulan

Desain

Sekilas kamu mungkin akan kesulitan membedakan Samsung Galaxy S26 FE dengan Galaxy S26. Keduanya memiliki bahasa desain yang sangat mirip termasuk tonjolan kamera berbentuk elips di bagian belakang.

Meski begitu, ada satu detail yang membedakan keduanya. Jika diperhatikan lebih saksama, kamera Galaxy S26 FE tidak mencuat dari permukaan tonjolan kameranya melainkan terlihat rata.

Galaxy S26 FE tersedia dalam tiga pilihan warna yakni Graphite, Blueberry, dan Pistachio. Dari ketiganya, saya paling menyukai warna Pistachio.

Namun unit yang saya gunakan selama pengujian hadir dalam warna Graphite.

Warna Graphite sendiri bukan hitam pekat, melainkan abu-abu gelap dengan finishing mengkilap. Sementara itu bagian sisinya menggunakan material aluminium dengan finishing brushed metal yang menjadi salah satu detail favorit saya.

Selain memberikan kesan premium, tekstur ini juga membuat permukaannya tidak mudah terlihat kotor dan membantu menyamarkan goresan ringan.

Dengan dimensi yang tergolong besar, Galaxy S26 FE terasa seukuran Galaxy S26+.

Meski demikian handphone ini masih nyaman digenggam untuk penggunaan sehari-hari salah satunya berkat sisi bodi yang sedikit melengkung sehingga terasa lebih pas di tangan.

Bagian depan dan belakangnya menggunakan material kaca yang dilindungi Gorilla Glass Victus+. Samsung juga menyertakan sertifikasi IP68 yang memberikan perlindungan terhadap debu dan air dalam kondisi pengujian tertentu.

Untuk konektivitas dan kontrol, kamu akan menemukan komponen yang umum dijumpai pada handphone masa kini mulai dari tombol pengatur volume dan tombol power hingga port USB-C serta slot dua kartu SIM.

Layar

Samsung Galaxy S26 FE mengandalkan layar Dynamic AMOLED 2X berukuran 6,7 inci dengan resolusi 1080 x 2340 piksel. Layarnya juga mendukung refresh rate hingga 120Hz dan tingkat kecerahan puncak 1.900 nit.

Secara kualitas, layar ini sudah memuaskan untuk berbagai kebutuhan mulai dari menonton film, menjelajahi media sosial, hingga bermain game.

Warna yang ditampilkan terlihat menarik sementara tingkat kecerahannya memungkinkan konten tetap terbaca dengan jelas ketika digunakan di bawah terik matahari.

Namun ada satu perbedaan yang perlu diperhatikan dibandingkan Galaxy S26 reguler.

Refresh rate Galaxy S26 FE hanya dapat berpindah antara 60Hz dan 120Hz sedangkan seri Galaxy S26 reguler mendukung refresh rate adaptif yang dapat turun hingga 1Hz.

Dalam penggunaan sehari-hari, perbedaan tersebut tidak selalu terlihat secara visual. Tapi kemampuan menurunkan refresh rate hingga sngat rendah ketika tidak dibutuhkan dapat membantu menghemat konsumsi daya layar.

Hal lain yang masih mengganjal bagi saya adalah bezel bagian bawah layar yang terlihat sedikit lebih tebal dibandingkan bezel di sisi lainnya.

Memang bukan masalah besar dari segi fungsi tetapi membuat tampilan bagian depan Galaxy S26 FE terasa kurang simetris.

Mengingat harganya sudah menyentuh Rp11 jutaan, saya berharap Samsung dapat menyempurnakan aspek ini agar tampilan layarnya semakin mendekati model flagship yang lebih mahal.

Untuk menunjang pengalaman multimedia, Samsung turut membekali Galaxy S26 FE dengan speaker stereo. Volume yang dihasilkan cukup tinggi, sementara suaranya tetap terdengar jernih untuk ukuran sebuah handphone.

Kombinasi layar berkualitas dan speaker stereo ini membuatnya nyaman digunakan untuk menikmati berbagai konten hiburan.

Performa

Untuk urusan performa, Galaxy S26 FE ditenagai chipset Exynos 2500 buatan Samsung. Chipset ini mampu memberikan kinerja yang gegas untuk aktivitas sehari-hari untuk berbagai kebutuhan.

Selama menggunakan handphone ini, saya tidak menemukan kendala performa yang berarti. Berbagai aktivitas berjalan lancar termasuk ketika saya melakukan multitasking.

Galaxy S26 FE dibekali RAM 8GB. Kapasitas RAM ini mungkin terasa agak terbatas jika dibandingkan dengan beberapa handphone di kelas harga yang sama.

Tetapi dalam penggunaan saya, kapasitas RAM tersebut masih mencukupi untuk menjalankan beberapa aplikasi sekaligus tanpa masalah berarti.

Meski demikian, ada satu hal yang menurut saya perlu dipertimbangkan sebelum membeli yaitu pilihan kapasitas penyimpanannya yang tersedia mulai dari 128GB hingga 512GB.

Saya sangat menyarankan untuk menghindari varian 128GB terutama jika kamu sering mengambil foto dan video atau menginstal banyak game. Seiring bertambahnya ukuran aplikasi dan game saat ini, kapasitas tersebut berpotensi cepat penuh.

Menurut saya, penyimpanan 256GB seharusnya sudah menjadi standar minimum untuk handphone di kelas harga ini.

Hasil Benchmark

  • AnTuTu v12: 2.597.604
  • Geekbench 7: 1.984, 7.536
  • 3DMark Wild Life Extreme: 5.293, 31,7 FPS, kestabilan 53,1%

Lalu, bagaimana dengan kemampuan gaming-nya? Saat mencoba Genshin Impact, saya dapat memainkannya dengan lancar menggunakan pengaturan grafis tertinggi dan target 60 FPS.

Setelah bermain selama sekitar 30 menit, suhu bodi handphone berada di kisaran 36-43°C. Bagian yang terasa paling panas berada di area atas bodi tepatnya di sekitar tonjolan kamera.

Suhunya memang terasa agak tinggi ketika disentuh, tetapi menurut saya masih dapat ditoleransi selama bermain.

Kamera

Di sektor kamera, Samsung Galaxy S26 FE mengandalkan tiga kamera belakang yang terdiri dari kamera utama 50MP, kamera ultrawide 12MP, dan kamera telefoto 8MP dengan kemampuan pembesaran optik 3x.

Sementara itu untuk kebutuhan selfie dan panggilan video ditangani oleh kamera depan 12MP.

Sistem kamera Galaxy S26 FE belum bisa dikatakan sebagai yang paling canggih di kelas harganya. Samsung juga belum memberikan peningkatan besar pada konfigurasi kameranya dibandingkan generasi FE sebelumnya.

Meski begitu kemampuan kameranya masih cukup memadai untuk kebutuhan fotografi sehari-hari.

Kamera ultrawide dengan bidang pandang 123° memungkinkan saya mengambil foto dengan sudut yang lebih luas baik saat memotret pemandangan maupun ketika berada di ruang yang terbatas.

Ultrawide

Ultrawide

Sementara itu kamera telefotonya mendukung pembesaran optik 3x dan pembesaran digital hingga 30x. Meski demikian, menurut saya pembesaran 10x masih menjadi batas yang ideal untuk mendapatkan foto dengan kualitas yang cukup baik.

Di atas pembesaran tersebut, penurunan kualitas gambar mulai terlihat cukup signifikan.

Zoom 1x

Zoom 3x

Zoom 10x

Zoom 20x

Untuk kebutuhan selfie, kamera depan 12MP mampu menghasilkan foto yang cukup memuaskan. Efek bokeh pada mode Portrait juga terlihat halus sehingga subjek dapat terpisah dengan baik dari latar belakang.

Kamera Depan

Kamera Depan – Portrait

Untuk perekaman video, Galaxy S26 FE mendukung resolusi hingga 8K. Namun berdasarkan pengujian saya, hasil rekaman pada resolusi 4K justru terasa lebih baik untuk digunakan dibandingkan rekaman 8K.

Karena itu saya lebih menyarankan penggunaan resolusi 4K untuk merekam video sehari-hari apalagi tidak seboros 8K soal penggunaan kapasitas penyimpanan.

Software

Salah satu keunggulan yang sering kali menjadi daya tarik handphone Samsung adalah dukungan software-nya. Hal tersebut juga terasa pada Galaxy S26 FE yang menjalankan One UI 9 berbasis Android 17.

Antarmukanya terlihat rapi, nyaman dipandang, dan mudah digunakan. Samsung juga menghadirkan beragam fitur yang menunjang produktivitas maupun kebutuhan sehari-hari termasuk berbagai kemampuan Galaxy AI.

Salah satu fitur baru yang menarik perhatian saya adalah My FanCam. Fitur ini tampaknya cocok bagi kamu yang gemar merekam penampilan penyanyi, artis, atau cosplayer di atas panggung.

Dengan My FanCam, kamu dapat memproses video yang sudah direkam agar fokus pada subjek tertentu saja.

Selain itu, Galaxy S26 FE tetap membawa fitur Galaxy AI lainnya. Photo Assist membantu proses penyuntingan gambar sementara Horizontal Lock menjaga orientasi video tetap stabil meskipun handphone mengalami banyak guncangan.

Ada pula Now Brief yang menyajikan rangkuman informasi secara sekilas agar kamu bisa memperoleh informasi yang relevan dengan lebih praktis.

Dukungan software jangka panjang juga menjadi salah satu nilai jual utamanya. Samsung menjanjikan tujuh generasi pembaruan Android serta tujuh tahun pembaruan keamanan untuk Galaxy S26 FE.

Menurut saya komitmen ini patut diapresiasi, terutama ketika harga handphone semakin mahal dan banyak orang memilih menggunakan perangkat mereka lebih lama sebelum melakukan upgrade.

Baterai

Samsung Galaxy S26 FE dibekali baterai berkapasitas 4.900mAh. Kapasitas ini tergolong standar untuk menunjang penggunaan sehari-hari.

Dalam penggunaan harian, saya mendapatkan screen-on time sekitar 4,5 jam hingga baterai tersisa 10%.

Hasil ini terbilang cukup, tetapi belum bisa dikatakan istimewa jika dibandingkan dengan ekspektasi saya terhadap handphone di kelas harganya.

Untuk pengisian daya, Galaxy S26 FE mendukung fast charging 45W. Dalam pengujian saya, baterai dapat terisi dari 5% hingga 100% dalam waktu sekitar 1 jam 5 menit.

Selain pengisian daya menggunakan kabel, Galaxy S26 FE juga mendukung pengisian daya nirkabel hingga 15W.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, apakah Samsung Galaxy S26 FE layak dibeli?

Menurut saya, Galaxy S26 FE layak dipertimbangkan jika kamu ingin menikmati pengalaman menggunakan handphone Samsung dengan karakteristik flagship tetapi belum ingin mengeluarkan dana lebih besar untuk model Galaxy S26 reguler.

Handphone ini menawarkan desain premium, layar Dynamic AMOLED 2X yang berkualitas, performa kencang, kamera yang cukup lengkap, serta software yang mulus dengan berbagai fitur.

Kombinasi tersebut membuatnya menjadi perangkat yang solid untuk menunjang aktivitas sehari-hari maupun hiburan.

Meski begitu perlu dicatat bahwa bezel layarnya belum simetris, daya tahan baterai yang biasa saja, serta peningkatan kamera yang belum signifikan dibanding generasi sebelumnya menjadi beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.

Dan saran saya jika ingin membeli handphone ini, pilih varian dengan penyimpanan minimal 256GB agar lebih nyaman digunakan dalam jangka panjang.

Bagikan Artikel

Artikel Terkait

HomeDaftarDepositTransaksiHarga