Synology Hadirkan Solusi Infrastruktur Data Revolusioner untuk Menaklukkan Era AI!

Tidak hanya solusi penyimpanan dan infrastruktur data saja, Synology turut memaparkan beragam solusi lainnya seperti perlindungan siber, produktivitas berbasis AI, dan pengawasan cerdas.
Clara Hsu selaku Indonesia Country Manager di Synology mengungkapkan bahwa AI semakin banyak digunakan dalam operasional bisnis, mulai dari pengelolaan data hingga kolaborasi tim.
Namun penerapan AI perlu didukung infrastruktur yang mampu mengimbangi pertumbuhan data, sistem perlindungan yang andal, serta teknologi yang benar-benar membantu meningkatkan produktivitas perusahaan.
Menurut survei Synology, hampir 88% responden di Indonesia mengkhawatirkan inefisiensi penyimpanan akibat peningkatan volume data AI dan duplikasi data. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa penambahan kapasitas saja tidak cukup.
Perusahaan membutuhkan infrastruktur yang dapat menjaga performa, mengoptimalkan penyimpanan, dan berkembang sesuai kebutuhan bisnis mulai dari UMKM hingga enterprise.
Dalam memenuhi kebutuhan enterprise, Synology menghadirkan PAS7700 sebagai lini solusi yang dirancang untuk kebutuhan kritikal dengan menggunakan teknologi penyimpanan NVMe.
Sementara Synology juga mempunyai solusi penyimpanan generasi terbaru dalam seri FS dan RS yang dapat mendukung kebutuhan penyimpanan berperforma tinggi maupun operasional bisnis secara umum.
Pengembangan ini berfokus pada performa, peningkatan ketersediaan sistem, kemudahan pengelolaan, dan skalabilitas infrastruktur.
Untuk menjadi solusi efisiensi kapasitas, Synology menciptakan fitur Synology Tiering dan reduksi data pada sistem operasi DSM 7.4 yang mampu mengoptimalkan kapasitas penyimpanan dengan mengelola penempatan data serta mengurangi duplikasi yang tidak diperlukan.
Menariknya teknologi reduksi data ini memaksimalkan kapasitas penyimpanan dengan deduplikasi, kompresi, atau keduanya. Sementara teknologinya tersedia secara eksklusif dengan HDD dan SSD khusus buatan Synology.
Joshua Nathanael selaku Sales Manager Synology mengatakan bahwa seiring bertambahnya volume data, perusahaan tidak cukup hanya menambah kapasitas penyimpanan.
Infrastruktur juga harus mampu menjaga performa, meningkatkan efisiensi, dan tetap mudah dikelola meskipun kebutuhan semakin kompleks.
“Pengembangan solusi kami, mulai dari platform berperforma tinggi seperti PAS7700 hingga fitur Synology Tiering, dan reduksi data ditujukan untuk membantu perusahaan mengoptimalkan infrastruktur seiring perkembangan kebutuhan bisnis,” imbuh Joshua.
Baca juga
Pre-order ASUS ProArt P14 P16 Resmi Dibuka! Jadi Laptop Pertama di Indonesia dengan NVIDIA RTX SparkSementara Synology pun turut membuat ActiveProtect sebagai perangkat backup khusus yang memusatkan perlindungan data sekaligus memisahkan infrastruktur pemulihan dari sistem produksi utama.
Dengan ActiveProtect, perusahaan dapat mengelola backup secara terpusat dengan dukungan perlindungan immutable dan kemampuan isolasi dalam satu platform.
ActiveProtect Manager 2.0 telah memperluas kompatibilitas terhadap lingkungan virtualisasi enterprise termasuk Nutanix AHV dan Proxmox VE, serta mendukung kebutuhan pemulihan di lingkungan on-premise maupun cloud.
Menurut survei Synology, lebih dari 80% perusahaan Indonesia menghabiskan setidaknya dua jam per minggu untuk mengelola dan menerjemahkan dokumen secara manual tanpa AI.
Untuk itulah, Synology mengembangkan ekosistem kolaborasi berbasis on-premises seperti Synology Office Suite, ChatPlus, dan Meet yang dapat mendukung komunikasi serta kolaborasi dalam satu ekosistem.
Tentunya Synology Office Suite juga didukung AI sehingga dapat membantu penggunanya dalam mengedit dokumen, membuat konten presentasi, hingga mencari formula spreadsheet yang tepat.
Selain itu, Synology mengembangkan kemampuan AI dalam sistem pengawasan untuk membantu proses analisis dan pencarian rekaman video.
Melalui DVA7400, teknologi deteksi berbasis AI dan pencarian video cerdas memungkinkan tim keamanan menemukan kejadian yang relevan dengan lebih cepat tanpa harus meninjau seluruh rekaman secara manual.
Berkat kemampuan tersebut, rekaan pengawasan dapat berfungsi sebagai arsip dan dapat dimanfaatkan sebagai informasi operasional untuk mempercepat investigasi serta penanganan insiden.
Lebih jauh lagi, Synology memperkenalkan inovasi teknologi hybrid surveillance yang merupakan sebuah perpaduan cerdas antara sistem on-premise dan cloud.
Integrasi ini dirancang khusus untuk memberikan keleluasaan penuh bagi perusahaan dalam mengimplementasikan sistem pengawasan yang dapat disesuaikan dengan skala dan kebutuhan unik perusahaan.
Synology meyakini bahwa adopsi AI yang masih harus selalu diimbangi dengan pondasi infrastruktu yang tangguh.
Kini perusahaan menuntut ekosistem yang komprehensif mencakup neyimpanan data skalabel, perlindungan backup yang andal, solusi produktivitas aman, dan sistem pengawasan cerdas untuk memaksimalkan efisiensi kerja.



